Perdukunan Dalam Globalisasi

Dalam era globalisasi saat ini, persaingan semakin ketat baik di dalam maupun luar negeri. Kata “Dukun” sepertinya sudah tidak asing lagi didengar oleh Kita. Dari kalangan atas sampai bawah pasti mengetahui bahkan percaya akan “kekuatan” dukun-dukun yang pernah di datangi, tak sedikit pula yang tidak percaya akan dukun.

Menurut sejarah, dukun sama dengan dokter, psikiater, pengamat politik, pengaman kebudayaan, ahli alam dan cendekiawan zaman dahulu di Indonesia. Sampai zaman walisongo terdahulu, dukun di Indonesia jika ingin menyembuhkan atau menyelesaikan suatu permasalahan selalu bertapa / berdo’a untuk meminta petunjuk dari Tuhan, baru berbicara atau mencoba menyembuhkan penyakit tersebut. Saat ini, bisa dilihat bahwa dukun tidak pernah meminta petunjuk Tuhan, tapi menggunakan ilmu Jin / Setan yang membuat perdukunan menjadi disalahartikan.

Dukun dalam Islam memiliki pengertian orang yang mengetahui hal-hal gaib. (Mu’jam Wasith, 2/803)
Dalam Syarh Shahih Muslin (5/22) Imam Nawawi mejelaskan bahwa yang dimaksud dengan (kahin/’arraf) adalah orang yang mengaku mengetahui peristiwa yang akan terjadi, rahasia-rahasia gaib dan keberadaan benda-benda yang hilang atau dicuri. Maka siapa saja yang kriterianya seperti tadi, apapun lebel dan jabatannya, ia termasuk dukun yang dilaknat agama Islam.

Di luar Indonesia pun, terdapat dukun hanya namanya saja yang berbeda lebih menggunakan kata modern. Mereka menyebutnya “Paranormal”. Di Indonesia sendiri kini nama tersebut sudah banyak digunakan untuk “Dukun Kelas Atas” yang tidak ingin disebut sebagai “Dukun”, padahal artinya sama saja, hanya namanya yang berbeda.

Istilah paranormal sebenarnya berarti sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah, atau dapat pula disebut seseorang yang mempunyai kemampuan untuk memahami, mengetahui serta mempercayai hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Istilah supranatural erat kaitannya dengan paranormal. Yakni sebuah istilah yang berarti tidak dapat dijelaskan secara ilmiah dan rasional.
Ada 3 sebutan yang memiliki konotasi yang berbeda untuk konteks yang mirip dengan dukun, paranormal dan praktisi supranatural tersebut, yaitu witch atau tukang sihir, phsychic atau cenayang dan voodoo atau dukun ilmu hitam.

Perdukunan seperti sudah menjadi sesuatu yang “Lazim” untuk diperbincangkan bahkan dipraktikan tidak sesuai dengan ajaran yang telah ditentukan / melenceng dari arti dan fungsi sebenarnya. Di era globalisasi ini dengan persaingan yang semakin ketat banyak orang yang datang dan meminta pertolongan pada dukun.
Di era globalisasi ini praktek perdukunan semakin menjadi-jadi. Jika orang-orang di dunia sudah tidak berfikir secara logis lagi, mereka akan berpikiran “Buat apa bekerja keras kalau hanya memberikan nasihat kepada orang lain sudah mendapatkan banyak uang”?
Semoga Kita tidak terjerumus dalam hal-hal negatif tersebut.

sumber :
oche-strougle.blogspot.com

  • Posted in: ...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: